Perlu ke kesiankan orang minta sedekah?

by - 9:24 AM

asalamualaikum, dan salam sejahtera, tak jawab dosa, kalau jawab sayang..^w^
harini happy sikit, sebab ape, sebab saya dah dapat baby baru..eceehh.....*ok aku tipu*...im sorry...
yang sebenarnya Tripod kucing aku dah beranak pagi tadi...dapat 2 baby uh...sedibik mcam mak die jugak..tompok itam putih....kepada Tripod jaga anak mu leklok...miauhaha...*gambar x dapat diupload lagi..sebb problem bluetooth laptop ni hah...

ok...berkaitan dengan tajuk entri aku malam ni, pasal peminta sedekah.
ade ke yang tak tahu peminta sedekah tu hape kemende? ok rujuk kamus ye..kekeke...
lepas maghrib tadi aku pergi dengar bab agama dekat masjid, ade terselit juga tentang peminta sedekah..dimana, duit zakat akan diberikan kepada golongan asnaf iaitu fakir miskin amil mualaf riqab(seseorang yang terbelenggu dari kebebesan),gharimin(penghutang muslim), fisabilillah(pejuang islam),dan Ibnus Sabil(musafir)
then, membuatkan aku terfikir sejenak..no wonder, kenapa peminta sedekah memang tak dapat duit zakat,dan bagi islam,hukum peminta sedekah ini bergantung kepada berberapa situasi:



Sedekah dapat menjadi wajib. Misalnya ada pengemis dalam kondisi darurat (mudhthar), yakni sudah kelaparan dan tak punya makanan sedikit pun, sedang pemberi sedekah mempunyai kelebihan makanan setelah tercukupi kebutuhannya. (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390). Dalam kondisi seperti ini, sedekah wajib hukumnya. Sebab jika tak ada cara lain menolongnya kecuali bersedekah, maka sedekah menjadi wajib, sesuai kaidah fiqih : Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.” (Jika suatu kewajiban tak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). (Saifuddin Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, 1/111).
Sedekah dapat menjadi haram hukumnya, jika diketahui pengemis itu akan menggunakan sedekah itu untuk kemaksiatan. (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390). Misalnya, digunakan untuk berjudi, berzina, atau minum khamr. Hukum sedekah dalam kondisi ini menjadi haram, karena telah menjadi perantaraan (wasilah) pada yang haram. Kaidah fikih menyebutkan,”Al-Wasilah ila al-haram haram.” (Segala perantaraan menuju yang haram, haram hukumnya). (M. Shidqi al-Burnu, Mausu’ah Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah, 12/200).Sedekah kepada pengemis juga menjadi haram, jika diketahui pengemis itu tidak termasuk orang yang boleh mengemis (meminta-minta), misalnya bukan orang miskin. Dalam masalah ini ada dalil khusus yang mengharamkan meminta-minta, kecuali untuk tiga golongan tertentu. Sabda Nabi SAW,”Meminta-minta tidaklah halal kecuali untuk tiga golongan : orang fakir yang sangat sengsara (dzi faqr mudqi’), orang yang terlilit utang (dzi ghurm mufzhi’), dan orang yang berkewajiban membayar diyat (dzi damm muuji’).” (HR Abu Dawud no 1398; Tirmidzi no 590; Ibnu Majah no 2198). (Abdul Qadim Zallum, Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 194).Jadi kalau seorang pengemis sebenarnya bukan orang miskin, haram baginya meminta-meminta. Demikian pula pemberi sedekah, haram memberikan sedekah kepadanya, jika dia mengetahuinya. Dalam kondisi ini pemberi sedekah turut melakukan keharaman, karena dianggap membantu pengemis tersebut berbuat haram. Kaidah fikih menyebutkan : “Man a’ana ‘ala ma’shiyyatin fahuwa syariik fi al itsmi” (Barangsiapa membantu suatu kemaksiatan, maka dia telah bersekutu dalam dosa akibat kemaksiatan itu.). (Syarah Ibnu Bathal, 17/207)

korang rasa, mostly pengemis-pengemis di luar sana tu betul2 ke dalam keadaan yang wajib untuk mengemis? kadang-kadang saya pon jadi ragu-ragu untuk memberikan duit kepada mereka, mungkin melihat dari perspektif fizikal mereka kita boleh menilai..bagi aku, mereka yang sihat fizikal sebegini bekerja sebagai penoreh getah pon ok ape.. dari memakan duit haram.kan..kan.. 

satu lagi yang bermain di fikiran aku, kenapa kebanyakan pengemis dari bangsa kita, bangsa melayu?hurmm
dipetik dari konsultasi.wordpress.com ,fikir-fikirkan dan selamat beramal.

You May Also Like

4 Komen☺☺